
Di tengah perekonomian yang tidak menentu, dengan inflasi dan ketidakstabilan finansial, asuransi menjadi jaring pengaman penting bagi individu dan keluarga. Laurentia Dian Setyorini, anggota MDRT dari Jakarta dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri asuransi, menekankan bahwa solusi asuransi yang tepat dapat memberikan perlindungan sekaligus ketenangan pikiran.
Pendekatannya berfokus pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan unik setiap nasabah, serta menawarkan solusi yang disesuaikan dengan kondisi mereka, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang sulit diprediksi.
Menyesuaikan perlindungan asuransi dengan kebutuhan dan perkembangan ekonomi
Langkah pertama yang dilakukan Setyorini adalah menggali informasi mendalam mengenai kondisi finansial nasabah. Setelah itu, ia menyajikan data dan fakta berdasarkan kejadian di masa lalu untuk menunjukkan bagaimana ketidakstabilan ekonomi dapat berdampak pada investasi dan aset nasabah dalam jangka panjang. Ia menekankan bahwa tanpa perlindungan asuransi, risiko kehidupan yang tidak terduga dapat mengganggu stabilitas keuangan nasabah dan keluarga mereka.
Sebagai contoh, Setyorini pernah menangani seorang ibu single parent dengan dua anak usia sekolah. Sang ibu tidak memiliki aset yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidup dan pendidikan anak-anaknya jika terjadi sesuatu padanya. Setelah memahami situasi ini, Setyorini merekomendasikan beberapa produk asuransi jiwa dengan nilai uang pertanggungan yang cukup untuk memastikan anak-anaknya tetap dapat melanjutkan kehidupan dan pendidikan mereka. Ia juga menyesuaikan besarnya premi agar tetap terjangkau dan tidak membebani kondisi finansial sang ibu.
Pendekatan berbasis kebutuhan dan fleksibilitas ini memungkinkan Setyorini memberikan solusi asuransi yang tidak hanya relevan, tetapi juga realistis bagi setiap nasabah. Dengan demikian, ia memastikan bahwa perlindungan asuransi yang dipilih benar-benar dapat berfungsi sebagai jaring pengaman yang efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi yang sulit diprediksi.
“Saya juga selalu memberikan informasi perkembangan ekonomi, pembaruan polis, serta menyampaikan ucapan selamat di hari ulang tahun dan hari raya. Dalam praktik saya, saya melihat bahwa perkembangan ekonomi sangat memengaruhi keputusan nasabah dalam memilih asuransi, sehingga saya rutin meninjau manfaat polis agar sesuai dengan kebutuhan mereka. Contohnya, dengan diberlakukannya Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2024 terkait BPJS Kesehatan, banyak nasabah mulai melengkapi BPJS mereka dengan asuransi kesehatan swasta untuk mendapatkan cakupan manfaat yang lebih lengkap. Selain itu, kebijakan baru di tahun 2025 tentang usia pensiun yang berubah menjadi 59 tahun mendorong nasabah untuk mulai mempertimbangkan asuransi pensiun. Saya selalu berusaha menguasai berbagai jenis asuransi serta informasi tentang perkembangan perekonomian agar dapat memberikan pilihan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial setiap nasabah, " cerita Setyorini.
Dengan demikian, ia dapat memberikan rekomendasi produk asuransi yang tidak hanya relevan dengan kondisi saat ini, tetapi juga dapat mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi di masa depan, menjadikan perlindungan asuransi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan setiap nasabah.
Membangun kepercayaan nasabah di tengah masa sulit
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Setyorini adalah keberatan dan penolakan dari calon nasabah. Oleh karena itu, menyesuaikan strategi pendekatan kepada nasabah menjadi salah satu kunci keberhasilan Setyorini. Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, ia selalu memberikan informasi yang akurat dan edukasi yang relevan. Hal ini membantu nasabah tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka tanpa terganggu oleh fluktuasi pasar.
“Saat banyak nasabah merasa panik dan berencana menutup polis asuransi mereka, saya selalu memberikan informasi yang jujur serta beberapa opsi solusi yang relevan. Dalam pengalaman saya, hal ini membantu mereka merasa lebih tenang dan mampu membuat keputusan yang bijaksana. Saya percaya bahwa komunikasi terbuka, edukasi yang berkelanjutan, serta pendekatan personal adalah elemen-elemen penting untuk memahami kebutuhan nasabah dan memastikan mereka didukung,” tambah Setyorini.
Selain itu, Setyorini juga mengedukasi nasabah tentang manfaat asuransi, tidak hanya untuk diri sendiri atau bisnis, tetapi juga untuk memberikan uang pertanggungan jiwa jika tertanggung mengalami risiko kehidupan. Hal ini memastikan kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan tetap terjamin.
Asuransi sebagai penyelamat
Banyak nasabah yang belum menyadari bahwa meskipun inflasi tidak dapat dihindari, tetapi sebenarnya mereka tidak perlu khawatir karena asuransi sudah mempertimbangkan faktor ini. Sebagai contoh, pada asuransi kesehatan, terdapat manfaat penggantian 100% dari biaya yang ditagihkan sesuai ketentuan. Begitu pula dengan asuransi jiwa, ada produk dengan premi tetap yang menjamin perlindungan hingga usia 99 tahun.
Terlebih lagi, di tengah ketidakpastian ekonomi, Setyorini juga mengedukasi nasabah bahwa ada produk asuransi tradisional yang tetap menjamin manfaatnya meskipun inflasi terjadi. Produk-produk ini, yang dijamin sesuai kontrak perjanjian, memberikan kepastian bagi nasabah, terutama dalam hal penggantian biaya pengobatan atau perlindungan jiwa. Dengan pendekatan edukatif, ia memastikan nasabah memahami bahwa asuransi adalah alat yang dapat melindungi mereka dari berbagai risiko ekonomi, termasuk inflasi"
Nasabah perlu memahami bahwa kontrak asuransi memiliki jangka waktu tertentu yang disesuaikan dengan produk dan tujuan nasabah. Jika nasabah menginginkan hasil yang stabil, sebagai penasihat keuangan, kami dapat menawarkan produk asuransi tradisional yang hasilnya dijamin dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar, sesuai dengan kebutuhan mereka. Salah satu pengalaman saya adalah ketika saya membantu seorang nasabah dengan keterbatasan keuangan dan kekhawatiran mengenai biaya hidup serta pendidikan yang terus meningkat, ia membutuhkan kepastian finansial untuk keluarganya. Setelah menganalisis profil risikonya, kemampuan finansial, dan tujuannya, saya memberikan beberapa pilihan produk asuransi tradisional dengan hasil terjamin yang tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar. Saya juga menjelaskan setiap opsi dengan transparan, termasuk premi dan jangka waktu, serta mendampingi nasabah dalam proses pengambilan keputusan. Pada akhirnya, ia memilih asuransi jiwa dan pendidikan tradisional yang diyakininya dapat memberikan perlindungan finansial bagi keluarganya," jelas Setyorini.
Menghadapi tantangan bersama nasabah
Dimulai dengan pendekatan yang personal. Sebagai penasihat keuangan, penting untuk mendengarkan nasabah dengan tujuan untuk melakukan fact-finding (pencarian fakta). Ketika nasabah merasa nyaman dan terbuka dalam membagikan informasi tentang kebutuhannya, Setyorini dapat lebih mudah memahami situasi mereka dan menawarkan solusi yang tepat, terutama di tengah krisis ekonomi.
Dalam tahap ini, Setyorini mengumpulkan berbagai informasi finansial calon nasabah secara menyeluruh. Ia mencatat aset yang dimiliki, baik likuid maupun non-likuid, serta semua sumber pemasukan, termasuk penghasilan dari usaha, gaji, dan aset yang memberikan tambahan pendapatan. Selain itu, ia juga menganalisis pengeluaran rutin nasabah, seperti kebutuhan sehari-hari, belanja, biaya pendidikan, cicilan utang, serta pos-pos lain yang memerlukan alokasi dana bulanan.
Tak hanya fokus pada kondisi keuangan saat ini, Setyorini juga mempertimbangkan rencana jangka panjang nasabah. Ia memperhitungkan biaya pendidikan anak hingga universitas, perencanaan liburan, serta investasi atau usaha yang ingin dijalankan di masa depan. Ia juga meninjau polis asuransi yang sudah dimiliki nasabah untuk memastikan perlindungan yang ada masih relevan dengan kebutuhan mereka saat ini dan di masa mendatang.
Setelah seluruh data terkumpul, Setyorini menganalisis apakah penghasilan dan aset yang dimiliki nasabah cukup untuk menutupi seluruh pengeluaran serta kebutuhan jangka panjang mereka. Jika terdapat kekurangan atau gap finansial, ia menghitung besarnya selisih tersebut dan menawarkan solusi yang paling sesuai dengan kondisi keuangan nasabah. Nasabah kemudian diberikan opsi untuk mempelajari produk yang tersedia, sehingga mereka dapat memilih perlindungan atau investasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial mereka.
Penting juga untuk memastikan bahwa solusi yang ditawarkan sesuai dengan kondisi finansial nasabah. Setyorini selalu memberikan berbagai pilihan produk yang dapat membantu nasabah mencapai tujuan finansial mereka, sambil mempertimbangkan kemampuan dan preferensi masing-masing. Ia pernah membantu seorang pria berusia 49 tahun yang khawatir akan biaya hidup setelah pensiun. Dengan memahami kekhawatiran nasabah mengenai masa depan finansialnya, Setyorini mempertimbangkan berbagai kendala, termasuk keterbatasan dalam membayar premi dan kebutuhan akan produk yang memberikan manfaat jangka panjang.
Setelah menganalisis situasi secara menyeluruh, Setyorini merekomendasikan produk asuransi jiwa tradisional dengan premi tetap dan jangka waktu pembayaran hanya 5 tahun. Produk ini memberikan manfaat nilai tunai yang terakumulasi setiap tahun hingga usia 99 tahun, memberikan rasa aman terhadap biaya hidup di masa pensiun. Selain itu, Setyorini memastikan nasabah memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan keputusan dengan tenang, menghindari tekanan dalam memilih solusi. Dengan pendekatan yang personal dan mendalam ini, nasabah merasa lebih dihargai dan lebih percaya pada nasihat yang diberikan, mengetahui bahwa solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan jangka panjangnya dan memberikan perlindungan finansial bagi keluarganya.
Keberhasilan Setyorini dalam menjaga komitmen nasabah terletak pada komunikasi rutin, transparansi informasi, dan edukasi yang berkelanjutan. “Kunci keberhasilan dalam menjaga komitmen nasabah adalah menjelaskan dengan terbuka dan jujur mengenai detail produk, manfaat, dan kewajiban nasabah, sehingga nasabah dapat memahami dan membuat keputusan yang tepat serta selalu tetap komitmen,” ujarnya.
Contact: MDRTeditorial@teamlewis.com